
Diadaptasi dan diedit dari The Five
Paragraph Essay seijin penulisnya J. Kasper.
Esai yang terdiri dari lima paragraf sering
digunakan sebagai tes untuk melihat kemampuan menulis seseorang dalam jangka waktu
tertentu.
Memulai berarti mengorganisasi dulu:
latihan merupakan faktor yang vital untuk menulis secara efektif.

Dan tentukan mana yang diperlukan. Dengan spidol
warna, tandai kata-kata penting yang mewakili topik esai, kemudian organisasikan
rencanamu.
Misalnya kamu diberi tugas esai seperti ini:
Kamu mendapatkan hadiah yang sangat berkesan. Hadiah
ini mungkin diberikan untuk memperingati peristiwa khusus atau diberikan tanpa alasan sama
sekali. Jelaskan tentang hadiah tersebut dan mengapa sangat berkesan. Berikan
alasan-alasannya, deskripsi hadiah, dan bagaimana perasaanmu ketika menerimanya.
Tujuan tugas ini adalah untuk menulis sebuah esai
naratif tentang hadiah yang kamu terima.
Subyeknya tentang hadiah yang
berkesan.
Tiga subtopik utamanya:
- alasan hadiah ini diberikan
- deskripsi hadiah
- dan bagaimana perasaanmu ketika
menerimanya

Esaimu akan terdiri dari elemen-elemen berikut:
| PARAGRAF PEMBUKA Kalimat Topik Utama: hadiah yang
berkesan
- Subtopik Pertama: alasan
hadiah diberikan
- Subtopik Kedua: deskripsi
hadiah
- Subtopik Ketiga: perasaanmu
ketika menerimanya
(Transisi) |
PARAGRAF ISI PERTAMA
Tulis ulang Subtopik Pertama
Detil-detil yang mendukung/contoh
Transisi
|
PARAGRAF ISI KEDUA
Tulis ulang Subtopik Kedua
Detil-detil yang mendukung/contoh
Transisi
|
PARAGRAF ISI KETIGA
Tulis ulang Subtopik Ketiga
Detil-detil yang mendukung/contoh
Transisi
|
PARAGRAF
PENUTUP/RINGKASAN
Sintesa dan kesimpulan esai dengan menyebutkan ulang topik
serta subtopiknya.
|

Pikirkan yang kecil dulu, baru kemudian bangunlah esai
tersebut setahap demi setahap.
Pisahkan esaimu menjadi bagian-bagian dan kembangkan secara terpisah.
PARAGRAF PEMBUKA
- Paragraf pembuka menetapkan nada.
Paragraf ini tidak hanya mengenalkan topik esai, tapi juga tempat di mana kamu akan mulai
(dengan kalimat topik utama). Bila kamu menulis paragraf pembuka dengan baik, kamu
akan mengajak pembaca merasakan "pengalaman"mu. Berusahalah yang terbaik
untuk paragraf ini, maka kamu akan mendapatkan hasil positifnya.
- Tuliskan dalam bentuk kalimat aktif.
Kalimat aktif terasa lebih kuat pengaruhnya. Gunakan ini pada setiap kalimat dalam
paragraf pembukamu. Kecuali bila kamu menulis esai naratif pribadi, hindari
penggunaan kata ganti orang pertama "Saya".
- Variasikan struktur kalimat.
Baca ulang paragrafmu dan hindari pola menulis yang menjemukan misalnya dengan selalu
memulai dengan subyek kalimat.
- Cari ilham untuk ide-ide pendukung yang terbagus.
Ide-ide tersebut merupakan hal yang kamu ketahui dengan benar. Bila kamu tidak
memiliki pengetahuan tentang mereka, kamu tidak dapat menulis dengan baik tentang mereka
juga. Hindari penggunaan argumen yang sia-sia karena akan melemahkan argumenmu.
- Latihlah dirimu untuk menulis paragraf pembuka
dengan topik yang bervariasi.
Bahkan bila kamu akan menggunakan mereka, mereka dapat dibandingkan dengan tipe esai yang
kamu sedang kerjakan sekarang. Kamu akan senang/puas melihat adanya kemajuan dalam
kemampuan menulismu.
PARAGRAF ISI
- Gunakan transisi untuk mengembangkan subtopik.
Setiap paragraf harus berhubungan satu sama lainnya.
- Tuliskan kalimat pokok pikiran.
Transisi bisa juga diikutkan dalam kalimat tersebut.
- Ide-ide pendukung, contoh dan detil haruslah
spesifik.
Kecenderungan yang terjadi dalam paragraf isi adalah biasanya keinginan untuk memasukkan
segalanya. Hindarilah ini. Apa yang sudah kamu tulis di atas lengkap dengan
contoh dan detil sudah cukup membantumu untuk tetap fokus.
- Variasikan struktur kalimat.
Hindari pencantuman kata ganti benda dan daftar yang berulang-ulang.
Hindari penggunaaan pola kalimat pembuka yang sama (subyek + kata kerja + obyek langsung).
PARAGRAF PENUTUP/RINGKASAN
Bagian ini merupakan paragraf yang sulit untuk ditulis
secara efektif. Kamu tidak dapat mengasumsikan bahwa pembacamu dapat melihat poinmu.
- Tulis ulang secara ringkas paragraf pembuka.
Jangan langsung dikopi begitu saja keseluruhan paragrafnya.
- Ringkaslah argumenmu dengan sehingga paragraf penutup ini
akan membuat pembacamu tidak akan meragukan logika kesimpulanmu.
- Berpengaruhlah karena paragraf ini membawa pendapatmu yang
terakhir kepada pembaca.

- Periksalah struktur tata bahasa dan ejaanmu.
Telitilah subyek, kata kerja dan keterangan waktu yang kamu gunakan.
- Periksa keseluruhan esaimu dengan logika.
Apakah setiap pokok pikiran berkembang dan berhubungan?
Hindari jurang dalam logika, atau hindari penggunaan terlalu banyak detil.
Review kalimat per kalimat
- Gunakan kata kerja aktif.
Hindari penggunaan kalimat pasif dan kata kerja berawalan "di-".
- Gunakan frasa dan kata transisi.
Hindari kalimat yang diawali dengan kata ganti benda, atau susunan kalimat seperti
"Adalah ..."
Misalnya: "Adalah perlu untuk memeriksa ulang semua pekerjaan" yang diganti
dengan "Memeriksa pekerjaan itu penting."
- Langsung pada intinya.
Walaupun panjang dan struktur kalimat kamu variasikan.
Tanyalah pada teman yang berpengetahuan banyak
untuk mereview dan mengomentari esaimu dan untuk mengungkapkan ulang isi esaimu.
Kamu mungkin akan terkejut.
sumber:
Landsberger, Joe. The Five-Paragraph Essay.
Bila kamu punya pendapat atau tips dalam menulis esai lima
paragraf, silakan mengisikannya lewat form interaktif di bawah ini.
Surabaya, 01 April 2000
[ Pedoman &
Strategi Belajar ] |